Fages

BidVersite

Saturday, 26 April 2014

Denger..!! Jokowi Jadi Presiden..??

BAHAYANYA JOKOWI JADI PRESIDEN

Bu Mega merestui Jokowi maju ke Audisi Presiden, lebih enak saya menyebut seperti itu, malah bikin ketar ketir saya. Bukan karena Jokowi terlalu cepat melejit di karir politiknya, melainkan ini karena pribadi seorang Jokowi. 

Pada prinsipnya, semua calon presiden baik dan punya niat baik memajukan bangsa. Berbagai strategi diluncurkan oleh masing masing partai politik pengusung agar calonnya menang. Namun sekali lagi, PDI Perjuangan yang memutuskan Jokowi jadi calonnya berhadapan dengan sosok Jokowi itu seperti apa."Kenapa dengan Jokowi sih, Danie?" tanya Rosan. "Kerja dia keren kan?"Saya menjelaskan pada Rosan dengan hati antara mendidih juga bangga yang campur aduk."Jokowi lulusan UGM. Dan itu kebanggaanku!"Jawaban saya tidak bermaksud mendeskriditkan universitas lain. Semua kampus sama saja yang merupakan kawah candradimuka para mahasiswa. Toh belum tentu lulusan UGM lebih sukses dari universitas lain. Kesempatan antar mahasiswa sama, yang membedakan ialah kreativitas dan ketangguhan karakternya.Lanjut saya dengan Rosan bersila di hadapan saya di teras kos, "Jokowi lulusan Fakultas Kehutanan dan ini berbahaya sekali dengan karakternya!""Maksudmu?" Rosan bertanya.***Latar belakang pendidikan seorang pemimpin sangat mempengaruhi gaya seorang calon presiden akan memimpin bangsa. Tapi itu tidak mutlak selain dapat disimak dari keluwesan bergaul dan kecakapan melihat peluang. Bolehlah kita simak seorang Sukarno yang insinyur memimpin Indonesia dengan gaya bicaranya yang tegas~menarik, daya analitik kuat, dan memesona banyak kalangan. Ilmu teknik telah memberi bekal Sukarno membawa Indonesia Muda menjadi negara yang disegani di seluruh dunia."Apa maksudmu Jurusan Kehutanan akan berbahaya bagi kita, Dan?" Rosan bertanya kuat kuat dalam leher dan mukanya yang tegang."Aku khawatir Jokowi akan mengimajinasikan kita sebagai para binatang di hutan belantara. Kau anjing hutan, aku celeng!" jawab saya."Ah kau bisa saja, Dan!""Ini serius, San. Negara kita akan dihutankan kembali oleh seorang Jokowi!""Bukankah itu bagus, Dan! Hutan kita kembali lebat dan para penjarah akan depresi karena belum sampai ada niat menebang sudah tumbuh terus hutan kita!""Benar juga, ya ...."Tapi saya masih kukuh dengan kegelisahan saya kita akan dianggap sebagai hewan. Dan Rosan memberi jawaban bijaksananya pada saya."Kita memang masih berjiwa binatang. Binatang tidak salah kan? Ia diciptakan Tuhan dengan ketulusannya. Sebenarnya tidak ada seekor binatang yang makan manusia kecuali kepepet misal macan kelaparan karena jatah di hutan dihabiskan manusia karena menggundulinya."Ah, pidato Rosan membuat saya mengantuk. Rosan terus menuturi dengan kalimat berlian dan saya manggut manggut menikmati melodi suaranya yang tak beraturan dan membayangkan Jokowi berjibaku dengan pesaingnya: Prabowo yang menunggang elang, Wiranto yang bersuara emas, Hatta yang eksotik dengan rambut peraknya, Surya Paloh si janggut berderai derai, dan tak kalah hebat:Farhat Abbas sang jenius yang sensasional.

Jokowi Di Puji-Puji..?? Bahaya...!!

'Sangat bahaya jika semua puji-puji Jokowi'

'Sangat bahaya jika semua puji-puji Jokowi'
Sindonews.com - Media massa pada saat ini dianggap telah terpolarisasi secara alami menanggapi penunjukan Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden (capres) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Polarisasi media, antara yang mendukung dan tidak mendukung pencalonan Jokowi sebagai capres, dinilai positif oleh Direktur Eksekutif Media Literacy Circle Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Iswandi Syahputra.

"Sangat berbahaya jika semua media memuja dan memuji Jokowi. Memang harus ada media yang berani bersikap kritis pada Jokowi. Jadi media tidak perlu malu mendukung atau tidak mendukung Jokowi sebagai capres dalam politik pemberitaannya. Polarisasi ini positif untuk publik," ujar Iswandi dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (2/4/2014).

Menurutnya, polarisasi ini bukan suatu masalah. Selama media menyajikan fakta dan data objektif, bukan opini yang subjektif.

Publik juga tidak boleh terlalu lama larut dalam euforia mantan Wali Kota Solo yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta tersebut. Karena sebelum Jokowi ditunjuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju sebagai capres, tidak ada media yang bersikap kritis. "Situasinya mirip seperti Pemilu 2004. Saat itu SBY yang menjadi media darling," contoh Iswandi.

Polarisasi media yang mendukung dan tidak mendukung Jokowi, menurut Iswandi, berdasarkan analisis isi terhadap enam media cetak nasional yang dilakukan Media Literacy Circle, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang dirilis pekan lalu. Riset analisis isi media tersebut dimaksudkan untuk menemukan peta pemberitaan media terhadap pencalonan Jokowi sebagai capres.

Penelitian dilakukan pada tanggal 13-22 Maret 2014 atau dua hari sebelum hingga seminggu penetapan Jokowi sebagai capres PDIP. "Tanggal 14 Maret saat Jokowi menyatakan maju sebagai calon Presiden seperti menjadi peluit bagi polarisasi pemberitaan media tersebut," ucap mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat ini.

Dari tone pemberitaan media massa yang diteliti, ada media yang mem-framing Jokowi secara positif dan negatif. Namun ada juga media yang malu-malu kucing dalam sikapnya. "Seakan ingin netral padahal cenderung mendukung Jokowi," ujar Iswandi.

(hyk)

Rahasia di balik Pencapresan JOKOWI, Penasaran.???

Rahasia: Mengapa Jokowi Dipaksakan Nyapres pada 2014 ???

Karakter HarimauBismillahirrahmaanirrahiim.
Sebenarnya, mencalonkan Jokowi sebagai Capres untuk 2014 ini sangatlah RISKAN dan mengandung bahaya politik besar. Bahaya bukan hanya buat sosok Jokowi, tapi juga untuk kepentingan warga Jakarta, kepentingan rakyat Indonesia, dan dunia politik itu sendiri.
Secara itung-itungan politik, mencapreskan Jokowi bagi PDIP adalah bunuh diri. Mengapa demikian? Karena PDIP akan pecah kongsi dengan Prabowo-Gerindra. Itu sudah otomatis. Kemudian, PDIP akan dimusuhi oleh warga DKI Jakarta yang merasa dikhianati oleh Jokowi. Warga Jakarta yang semula dukung Jokowi (anti Foke) otomatis akan menjadi lawan PDIP. Padahal dalam tradisi politik di Indonesia, kemenangan di Jakarta sangat menentukan, karena ini adalah daerah khusus ibukota.
Karakter Harimau
Sangat mungkin, dengan mencapreskan Jokowi, justru suara PDIP akan mengalami kemerosotan hebat. Mengapa? Karena partai ini dianggap ingin menang sendiri. Saat Jokowi lagi laku-lakunya di media, karena dukungan sponsor Mafia China yang intensif untuk membentuk pencitraan; PDIP mengakuisisi Jokowi. Sebaliknya, di mata semua partai yang punya kandidat capres masing-masing, mereka merasa marah dengan naiknya Jokowi melalui dukungan palsu media. Mereka pasti tidak rela kursi RI-1 jatuh ke tangan capres selain dari kubu mereka sendiri. Nah, di sini PDIP bisa dikeroyok oleh semua kekuatan politik.
Di sisi lain, pencapresan Jokowi tidak didukung oleh prestasi, kinerja, dan capaian positif. Di Solo masih meninggalkan seabreg masalah dan kasus hukum. Di Jakarta, apalagi. Jokowi nyaris baru blusukan kesana kemari, sambil tidak jelas apa hasilnya. Dalam pertarungan pilpres nanti, pasti rakyat akan melihat hasil kerja, bukan citraan. Bayangkan, kalau nanti Jokowi kampanye Pilpres, dia akan membuat janji-janji apalagi, wong janji-janjinya saat Pilkada DKI tidak ada yang direalisasikan dengan beres? Nanti dia akan jadi kandidat presiden yang paling banyak dicaci. “Halah ngibul, gombal, banyak omong. Janji segunung, hasil nol besar.”
Singkat kata, mencalonkan Jokowi sebagai Capres PDIP adalah blunder besar yang telah merusak reputasi partai itu selama 10 tahun terakhir. PDIP yang telah dikesankan oleh rakyat, bukan atas dasar surve dan pooling abal-abal ya, sebagai partai oposisi yang konsisten, sekarang harus ketar-ketir menyelamatkan mukanya. Dan pasti, pencapresan Jokowi itu akan membelah kekuatan PDIP menjadi dua, barisan pro dan kontra. Itu pasti. Meskipun PDIP berusaha mati-matian menyembunyikannya.
Mengapa Megawati tega menikam partainya sendiri demi memuluskan jalan bagi Jokowi untuk nyapres pada 2014?
Kemungkinan itu terjadi karena SANGAT KUATNYA tekanan dari Mafia China ke kubu Megawati. Ada kabar menyebutkan, sebelum pengumuman pencapresan dilakukan, sekitar 75 pengusaha besar China, datang ke Lenteng Agung untuk menekan Mbak Mega. Katanya, mereka sedia siapkan dana 2 triliun untuk pemenangan Jokowi.
Tapi tekanan ini bisa jadi lebih besar dari itu. Ia menyangkut hajat bisnis keluarga Megawati sendiri dan keselamatan posisi politiknya. Kami menduga, jaringan mafia pengusaha China itu menekan Mbak Mega minimal dalam dua poin: (a). Mereka akan melibas binis CPO/produksi minyak sawit yang selama ini deras menafkahi keluarga Megawati, sejak era Mega menjadi Presiden RI 2001-2004 lalu; (b). Mereka mengancam akan buka-bukaan soal data korupsi/pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Mega dan keluarga. Dengan tekanan begitu, tentu sangat sulit bagi Mega dan kawan-kawan untuk mendiamkan ajuan mafia China.
Oh ya, apa rahasia di balik pencapresan Jokowi ini? Masih ada rahasia lain yang lebih “menggiurkan”?
Sebenarnya, para mafia China juga tahu bahwa pencalonan Jokowi sangat berisiko. Risiko terbesar adalah mengundang amarah politik/sosial Umat Islam yang telah dikalahkan dalam Pilkada Jakarta sehingga terpilih Ahok sebagai wakil gubernur. Pencapresan Jokowi jelas akan menaikkan Ahok sebagai Gubernur DKI. Dan kita tahu sendiri, dalam kepemimpinannya Ahok lebih seperti orang stress daripada seorang Wakil Gubernur. Omongan dia lebih mirip ucapan preman Cilitan atau Kampung Rambutan, daripada seorang pejabat birokrasi.
Bagi kalangan mafia China, lebih suka damai-damai saja, ekonomi lancar, kehidupan normal, daripada situasi konflik sosial membara dimana-mana. Loyalitas mereka ke uang. Mereka cuma butuh “tempat aman dan waktu tenang” untuk cari uang. Kalau ada semboyan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”; di mata mafia China semboyan itu diubah jadi: “Dari duit, oleh duit, dan untuk duit.” Ini benar-benar nyata. Duit telah menjadi ILAH yang diibadahi dan diberikan loyalitas sempurna.
Mereka dengan sangat terpaksa memilih Jokowi karena mereka SANGAT KETAKUTAN kepada sosok Prabowo Subianto yang dalam Pilpres 2014 ini diperkirakan akan merajai arena. Konon, tak ada satu pun sosok lain, setelah SBY, yang bisa menandingi Prabowo. Para mafia China sangat takut dengan ide kemandirian, kedaulatan, kerakyatan yang diusung oleh Prabowo. Bagi mereka, membiayai kemenangan Jokowi meskipun harus mengeluarkan uang 10 triliun rupiah, tidak masalah. Asalkan jangan Prabowo yang menang.
Mereka tak peduli Jokowi tak punya prestasi, tak becus ngatur Jakarta, khianat pada kepercayaan rakyat, melanggar janji-janji, dan seterusnya. Mereka tak peduli semua itu. “Persetan dengan prestasi Jokowi!” Begitu kira-kira omongan mereka. Mereka semata-mata hanya TIDAK INGIN MELIHAT NEGARA INDONESIA DIPIMPIN OLEH PRABOWO. Sekalipun sebenarnya yang membawa Jokowi ke Jakarta adalah Prabowo sendiri. Maka itu uang miliaran-triliunan siap dihambur-hamburkan, untuk mengangkat pamor Jokowi dan hancurkan pamor Prabowo.
Mengapa mereka begitu phobia dengan Prabowo? Mengapa mereka tidak bisa menerima Prabowo, padahal tokoh itu sudah melakukan “operasi plastik politik” sangat ekstrem seperti para selebritis Korea?
Prabowo sudah melakukan segala-galanya untuk mengubah citra dirinya. Dari pro rakyat, jadi pro kapitalis. Dari anti China, jadi shohiban sama China. Dari dekat ke Islam, jadi membuat marah Umat Islam. Dari konsep kemandirian, jadi konsep “pasar bebas”. Dari kesan militeristik jadi pejuang demokrasi sejati. Dan seterusnya. Kalau ada yang belum berganti dari sosok Prabowo paling dua hal: agama dan jenis kelamin.
Lulunya Kambing
Lucunya Kambing
Nah, mengapa kaum mafia China masih belum percaya juga dengan semua “operasi plastik” Prabowo Subianto itu?
Ya alasannya kembali ke filosofi dasar hidup mereka. Kaum mafia China kan terkenal dengan slogan: “Dari duit, oleh duit, untuk duit.” Dalam konteks ini, mereka jadi sangat paranoid terhadap perubahan sistem pemerintahan yang akan berdampak pada perubahan income dan kekayaan mereka.
Di mata mafia China berlaku prinsip semacam ini: “Jangan pernah menunggu harimau akan berubah menjadi kambing. Lebih baik kamu perlakukan semua hewan sebagai harimau.” Ini adalah tingkat kewaspadaan tertinggi dalam penjagaan aset-aset kekayaan. Mereka tak mau ambil risiko dengan menerima kemungkinan perubahan ideologi atau pemikiran seseorang.
Hal yang sama juga berlaku bagi PKS. Meskipun Anis Matta sudah mendatangkan grup penyanyi gereja dari NTT untuk manggung di tengah perhelatan massa mereka di Senayan. Tetap saja, semua itu tak akan mengubah pendirian mafia China terhadap PKS. Sama sekali tak akan mengubah apapun. Dasarnya ya filosofi tadi: “Jangan pernah menunggu harimau akan berubah menjadi kambing…
Filosofi dasar kaum mafia China ini susah berubah, dengan cara apapun, karena ia merupakan kunci eksistensi mereka di perantauan. Hal itu sudah berlaku dalam lintasan sejarah selama ribuan tahun. Ini sudah clear dan sulit berubah. Ia sudah inheren dengan kebudayaan oriental. Kalau berubah, justru eksistensi jadi taruhan. Meminjam kata Nabi SAW: “Pena-pena sudah diangkat, lembaran-lembaran sudah ditutup.”
Tak mungkin “operasi kamuflase politik” akan mengelabui mereka. Jangan meremehkan sejarah mereka, ribuan tahun. Maka itu harusnya kalau berpolitik yang LURUS-LURUS saja. Satu muka, satu pendirian, satu integritas. Jangan suka mencla-mencle!
Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.
(Mine).

Kemungkinan Bahaya terjadi Jika JOKOWI Naik Jadi Presiden RI

BY @TrioMacan2000

1. Eng ing eeng .. Jokowi ngebet jadi capres. Melanggar sumpahnya tgl 20 Sept 2012 di rumah Megawati, bhw dia akan jalani 5 thn sbg Gub DKI

2. Jokowi sdh menipu Megawati sebanyak 3 kali. Pertama saat diusulkan JK, Djan Farid dan Prabowo sbg cagub DKI ke Megawati

3. Kedua, saat putaran pertama usai. Megawati kaget melihat mayoritas media massa, socmed, akademisi, tokoh2 KOMPAK dukung Jokowi. Rekayasa

4. Megawati bukan anak kemarin sore, beliau mantan presiden, ketua umum partai 20 thn, kenyang pengalaman, kuat insting politik. Ada apa?

5. Megawati tanya ke Jokowi, "Dik Jokowi, kamu ini sebenarnya siapa? Dibelakang kamu itu siapa? Jokowi jwb, "Ga ada Bu" sambil nyengir kuda

6. Ketiga ketika acara Rakernas PDIP tahun lalu, tiba2 saja peserta rakernas PDIP rame2 desak Megawati capreskan Jokowi pada Rakernas itu

7. Megawati langsung mencium gelagat busuk. Dia panggil satu per satu ketua DPD PDIP menghadap. Pertemuan 4 mata. Akhirnya banyak yg ngaku

8. Ketua2 DPD DPIP Propinisi ngaku bhw mereka dibujuk / dilobi ( disuap) sejumlah orang antara lain org2 suruhan JR, CT, dan AS.

9. Jokowi harus nyapres, itu harga mati dari majikan2 Jokowi : mafia2 dan konglo2 cina hitam, koruptor BLBI dst. Uang triliunan sdh habis

10. Emangnya biaya iklan, survey bayaran dll utk orbitkan Jokowi sesuai skenario Stanley B Greenberg itu gratis ? Triliunan sdh dihabiskan

11. Apa keuntungan Megawati dan PDIP jika capreskan Jokowi ? Mari kita bahas satu per satu.

12. Keuntungan Jokowi jd presiden bagi Megawati : 1) PDIP meninggalkan ideologi PDIP Marhaenisme/ Soekarnoisme. Ganti dgn Kapitalis Liberal

13. Jokowi sbg presiden mungkin akan membesarkan PDIP yang selama ini tergantung pd konstituen captive 14-17% para loyalis soekarno/marhaen

14. Jika PDIP besar dan Jokowi jadi presiden, mungkin mudah PDIP dibesarkan, syaratnya tentu jabatan Ketum PDIP diambil alih Jokowi cs

15. Maka terjadi regenerasi di tubuh PDIP. Keluarga atau trah Bung Karno tdk lagi mendominasi. Trah Sabam Sirait/ Panda Nababan sbg gantinya

16. Jika Jokowi jadi presiden, para majikan dan pengendali Jokowi akan mendesak Jokowi mengambilalih kepemimpinan di PDIP dari Megawati

17. Megawati akan beruntung karena bisa pensiun lebih cepat dari jabatan ketum PDIP. Puan, prananda, dll trah Sukarno bisa pensiun dini

18. Jika Jokowi presiden, RI akan pecah. Pribumi khususnya mayoritas umat islam RI akan bergejolak, ketika tahu jokowi boneka mafia cina

19. Megawati akan mendapatkan pengalaman berharga 2 kali. Dulu pernah ditipu Maruarar Sirait, skrg ditipu Jokowi dan the genk. Selamat

20. Jika PDIP capreskan Jokowi, Megawati dan PDIP dapat keuntungan, yakni biaya2 kampanye Jokowi ditanggung konglo2 cina, koruptor BLBI dst

21. Jika jokowi dicapreskan PDIP, ideologi Bung Karno, ruh PDIP yakni marhaenisme dan soekarnoisme diganti dgn kapitalis liberal sekuler

22. Jika Jokowi jadi presiden, PDIP akan diakuisisi para majikan jokowi : konglo hitam, koruptor BLBI, China Connection, Arkansas Connection

23. Megawati tdk capek2 lagi mengurus partai, mencari logistik/dana partai, dst..semua ditanggung para mafia cina koruptor, musuh2 negara

24. Bagi para mafia2 cina majikan jokowi itu, skrg ini adalah kesempatan emas berkuasa, berdaulat di RI, setelah dominasi mrka di ekonomi RI

25. Jika rakyat bergejolak, kerusuhan, huruhara, perang saudara meletus, itu adalah momentum yg diidam2kan para konglo2 cina majikan jokowi

26. PDIP mencalonkan Jokowi, sama saja dgn mengkhianati Bung Karno, pendiri negara ini, bapak bangsa, bapak kandung Megawati.

27. Jokowi jadi capres PDIP, sama saja Megawati mengundang perampok masuk rumah sendiri, membesarkan anak macan, memelihara ular kadut

28. Jika jokowi tdk nyapres, PDIP pasti bisa menang dlm pemilu karena partai2 lain korup dan PDIP punya captive 14-17% suara loyalis B Karno

29. Jk jokowi nyapres, PDIP mungkin kalah pemilu, krn rakyat makin sadar dan tahu, siapa orang2 dibalik rekyasa citra dan elektabitas joklwi

30. Tidak ada untungnya bagi PDIP capreskan Jokowi. Yang untung hny media bayaran, tokoh2 bayaran, survey bayaran, Parkindo, alumni PKC,

31. Namun, di atas segalanya, yang paling untung adalah Antoni Salim, James Riady dan mafia2 cina yg sdh bersumpah mau kuasai RI paska 98

32. Mayoritas konglomerat cina, utamanya konglo2 hitam, koruptor BLBI, perampok kekayaan dan SDA RI, bersatu padu mau berdaulat kuasai RI

33. Selama ini mereka gunakan proxy atau boneka pribumi sbg tabir konglomerasi dan hegemoni ekonomi mereka atas RI

34. Ada Chairul Tanjung dgn bank Mega yg sesungguhya hanya boneka Antony salim & BCA nya rampok BLBI 56 Triliun dgn ganti baju : bank mega

35. Ada Sandiaga Uno yang boneka keluarga Suryajaya yg bank summanya rampok triliunan, skrg menjelma jadi Recapital, bank pundi, adaro dst

36. Dan berbagai nama pribumi dijadikan tameng dlm hegemoni mereka dlm ekonomi Indonesia. Bgmn dgn politik ?

37. Dalam politik, edward suryajaya dan james riady cs ( antony salim dibaliknya) usung Jokowi sbg boneka mereka dlm dunia politik

38. Di samping itu, ada Dahlan Iskan yang juga boneka Antony Salim melalui Chairul Tanjung. Mereka CT juga biayai kelompok2 pro jok dimana2

39. Pemain cadangan mereka ada Hary Tanoe yg siap2 jadi kuda hitam dgn duduk manis di Hanura sambil menunggu kesempatan. HT juga kader Salim

40. Bgmn dgn ahok ? Dia juga antek mafia cina, meski dia pasang dua kaki : ahok juga loyal dgn Djan Faridz kakak iparnya dan sutiyoso

41. Ahok dulu jadi staf khusus Gubernur DKI Sutiyoso karena endorsement Djan Faridz yang istri ketiganya adalah sepupu Ahok. DF = Sutiyoso

42. Secara singkat dan gamblang, dapat diterangkan dgn bagan di sebelah ini >> http://t.co/kJy8yP8d91


43. Kesimpulannya RI dlm bahaya cengkraman para mafia cina, china connection, arkansas connection dan mafia pribumi anasionalis/apancasilais

44. Mayday ... Mayday ..mayday ..NKRI dalam BAHAYA ! Setelah Hegemoni Ekonomi, Etnis Cina Mau Berkuasa Penuh di RI http://t.co/un8UkgDxNx !

45. Kulihat Ibu Pertiwi, sedang bersusah hati...air matanya berlinang, bersimpuh dan berdoa... Mari pertahankan Repulbik ini. MERDEKAA !!!